Selasa, 27 Januari 2015

Kamu :)

Aku duduk diatas kursi taman memandangi sosok mu dari kejauhan yang begitu indah dibawah sinar matahari. Dari novel yang biasa ku baca sering terselip deskripsi-deskripsi kecil tentang pria yang sosoknya menyerupai dewa yunani. Terlalu mempesona. Mungkin aku juga bisa mendeskripsikan mu seperti dewa yunani yang mempesona itu. 

Kau terlihat begitu baik, begitu manis, begitu ceria, terlihat begitu sempurna di mataku, hingga terkadang begitu menakutkan. Yah kesempurnaanmu dimataku yang sangat menakutkan. Takut aku tak akan bisa mencapai mu saat kau terlalu di depan, dan takut tak bisa menggapaimu saat kau terlalu terbang tinggi. seperti saat sekarang ini.

Dari dulu hingga sekarang kau hanyalah sebatas teman. Tak pernah dapat lebih untuk ku miliki. tapi aku menikmati semuanya, menikmati saat melihatmu mengerjakan hobimu, menikmati senyummu yang biasa kau nampakkan. aku mengakui, walaupun aku begitu menyukaimu aku tak pernah berfikir untuk memilikimu. aku hanya ingin kau selalu ada di hadapanku. Ada saat aku selalu ingin melihatmu, dan kau akan tersenyum untukku. Aku hanya menginginkan hal itu.

Seberapa besar perasaan ini, aku tidak pernah benar-benar berniat kau dan aku bersama. aku terlalu takut memikirkan kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi jika aku memilikimu. selama ini aku menikmati semuanya. menikmati hidupku sendiri. hanya lebih lengkap jika melihatmu ada di hadapanku.

Namun pada saat aku melihatmu bersama dia, tersenyum padanya dan terlalu mesra membuat sedikit nyeri pada dadaku. aku kadang bertanya perasaan apa ini? cemburu kah? tetapi sebelumnya aku sudah tahu tdk dapat berbuat apapa jika seperti ini terjadi. aku bukan siapa-siapa bagimu. aku tak pantas merasakan hal itu. kau mungkin tak pernah menganggap ku ada sebagai orang yang sebenarnya akan selalu ada saat kau membutuhkan seseorang untuk meringankan sedikit masalahmu.

Tapi terkadang aku tidak perduli ini rasa cemburu atau apapun. yang ku tahu aku menikmati melakukan semuanya sendiri. hanya duduk diam melihatmu juga membuatku senang :))


Senin, 25 November 2013

Sorry, Because It Looks Like I Have Not Been Able To Forget You

Sejak beberapa bulan lalu aku menyukaimu. Dulu, aku tidak menyukaimu. namun, sekarang apa yang terjadi? semua malah berbalik menjadi indah meski kamu tidak pernah tahu hal itu, dan aku juga tidak berharap dan tidak pernah mau kalau sampai kamu megetahuinya. Aku menyukai semua hal tentang mu, apapun itu. sampai pada kejadian itu.

Awalnya tak ada seorang pun yang tahu. namun tiba-tiba temanku menceritakan bahwa dia sangat menyukaimu. Apa yang harus ku katakan? apakah sebaiknya aku tidak mengatakannya agar dia tak salah paham nantinya. Tetapi, dia akan menganggapku sebagai penghianat namun aku yang lebih dulu menyukaimu. jadi aku memilih untuk diam  dan mendengarkan curhatnya. dan sejak itu aku memilih utuk diam dan mundur karena aku tidak tega mengecewakannya.

Aku menceritakan semuanya kepada satu-satunya sahabtku yang paling bisa ku percaya. mulai dari aku menyukaimu sampai dia juga menyukaimu. aku tetap menyukaimu dalam diam. apa yang bisa aku lakukan untuk itu? aku juga manusia normal yang bisa saja mempunyai perasaan.

Seandainya saja Cinta itu bisa dikendalikan. kita mungkin bisa memilih tindakan apa yang akan dilakukan untukmenyelesaikan hal itu. tetapi kita tidak bisa memilih dan mencegah semuanya saat perasaan cinta itu datang. 

Setiap hari aku harus rela mendengar curhatannya tentang dirimu, menyanjung dirimu, mempertanyakan bagaimana penampilannya di depanmu. kamu mungkin tidak akan pernah tahu bagaimana rasanya. Namn, yang pasti itu menyakitkan.

Sampai akhirnya, aku dia berhenti membicarakanmu saat tahu bahwa kamu mempunyai pacar. awalnya aku hanya mengira kamu dekat dengan perempuan itu saat sahabatku cerita, namun ternyata kamu menjalin hubungan dengannya. saat mendengar hal itu dari sahabatku seperti ada hal yang mengganjal di tenggorokan dan rasanya sesak banget.

Aku nggak bisa apa-apa. Karena, aku bukanlah siapa-siapa. Saat itu juga sahabatku menyuruhku untuk berhenti memikirkanmu, berhenti menanyakan tentangmu, dan berhenti mendengarkan tentang mu, serta berhenti menulis tentang dirimu. Saat itu aku memberikan jawaban sahabatku bahwa aku akan mencoba melupakanmu tetapi tidak untuk berhenti menulis tentang semuanya ataupun bahkan tentang dirimu.

Aku sudah berusaha mencoba semaksimal mungkin, namun rasanya sulit dan itu menjengkelkan. menjengkelkan karena aku melihatmu bersamanya dan menjengkelkan karena mengapa aku tidak bisa melupakanmu juga. untuk apa lagi aku terus menyukai seseorang yang sudah mempunyai orang lain tetapi namun entah mengapa perasaan itu sulit sekali hilang. mungkin aku memang Bodoh, tetapi sampai sekarang aku masih saja menyukainya dalam diam. "
"sorry, because it seems like I have not been able to"

Jumat, 25 Oktober 2013

Keluarga : Arti Ayah Bagiku

Keluarga. satu kata itu sangat menyakitkan di telingaku. apalagi saat mendengar kata "Ayah" perasaanku campur aduk, rasa kecewa, sedih, dan marah. tetapi, aku tidak bisa menyembunyikan bahwa aku sangat menyanyangi ayahku. apa yang bisa dilakukan anak umur sepuluh tahun untuk menghalangi semuanya. sama sekali tidak ada.

Tujuh tahun lalu umurku baru sepuluh tahun. hari-hariku hanya diisi dengan mendengar pertengkaran mereka sampai akhirnya perpisahan itulah jalan keluar orangtuaku.saat itu, bangun pagi tidak ada lagi mama, kakak juga pergi meninggalkanku dan ikut dengan mama. saat itu Aku hanya tinggal bersama kakak pertama dan ayahku. Ayah memang menyanyangiku, lebih menyanyangiku dibanding kedua kakak dan adikku, lebih mengerti daripada semua orang, lebih tau karakterku dibanding siapapun, dan selama ini orang yang paling dekat denganku adalah ayah. tetapi, tanpa ibu rasanya sangat janggal.

Lalu tidak lama kemudian ibu selalu memanggilku untuk tinggal bersamanya. perasaan itu tidak bisa lagi kututupi akhirnya aku menanyakan ke ayah soal itu dan dia menyuruhku untuk ikut dengan ibu. aku tidak tahu apa aku harus sedih atau marah. akhirnya aku ikut ibu dan kami tinggal di warung makan kami. tidak cukup besar, aku melewati waktu-waktu sulit dan berjuang kembali dengan ibuku memulai semuanya dari nol, dan aku masih bersyukur ayah masih kadang menemuiku atau menyuruhku kerumah. aku kira semua akan baik-baik saja sampai semua terjadi.

Aku pernah kabur dari rumah karena mendengar ibuku dekat dengan seseorang dan aku tidak suka itu. aku benci dengan semua itu. tetapi, kakakku datang menjemputku dan aku sayang dengan kakakku dan tidak tega untuk membuatnya menangis. beberapa bulan kemudian ibuku menikah saat aku kelas dua smp. itu seperti menyanyat hatiku. ibu sama sekali tidak mempertanyakan keputusan kami, saat ibu menikah sekalipun aku tak pernah berfikir untuk melirik acara itu hanya saja ibu memaksa untuk hadir. saat di sekolah ada yang tahu bahwa aku punya orang tua tiri. mereka mengejekku dan aku mengambil keputusan untuk tidak masuk sekolah dan hampir seminggu.

Setelah ibu menikah aku merasa tidak ada lagi perhatian untukku. untuk beberapa waktu aku berubah menjadi pribadi yang dingin dan tertutup. aku hanya mau sendiri tidak ada lagi gangguan setelah semua masalah yang ada. tidak lama kemudian aku mendengar ayahku menikah sampai akhirnya tidak ada hubungan komunikasi, semuanya hilang begitu saja seperti ditelan bumi. dan ibu semakin melarangku bertemu dengan ayah saat ayah tak mau hadir di pernikahan kakakku.

Aku kadang berfikir, apa ini takdir? kenapa begitu kejam? aku mulai sakit-sakitan. saat aku sakit yang aku mau hanya ada ayah disampingku tapi nyatanya tidak. tetapi aku tidak punya keberanian untuk bilang ke ibu bahwa aku merindukan ayah, aku juga tidak mau menyakiti perasaannya. kini ssemakin sering aku memikirkan ayah, semakin sering pula aku sakit.

Sekarang tidak ada lagi yang merawatku saat sakit, tidak ada yang memperhatikanku, tidak ada yang membantuku menghadapi masalah karena nyatanya ayah tidak ada disini. itu tidak mungkin dilakukan oleh ibu krn semenjak dulu ibu tidak pernah melakukannya apalagi sejak ia sudah menikah, dan kakakku sudah sibuk mengurus keluarganya. 

Aku hanya rindu pada ayahku, mungkin aku sudah nyaris lupa bagaimana garis wajahnya.
aku rindu ada ayah rindu pada suara dan candaannya. aku iri dengan temanku yang punya ayah dan sangat sering bersama ayahnya, batinku merontak kenapa keluargaku harus berpisah? aku tidak pernah mendapat jawabannya. air mata ini menetes hanya setiap kali mengingatmu ayah !

Engkaulah nafasku
Yang menjaga di dalam hidupku
Kau ajarkan aku menjadi yang terbaik
Kau tak pernah lelah
S'bagai penopang dalam hidupku
Kau berikan aku semua yang terindah

Aku hanya memanggilmu ayah
Di saat aku kehilangan arah
Aku hanya mengingatmu ayah
Jika aku tlah jauh darimu 
~ seventeen : Ayah ~

Sabtu, 14 September 2013

Sepanjang Perjalanan Bersama Sahabat



            Suasana kelas begitu tenang. Semua siswa sedang mengerjakan ulangan kimia.
“Bu’ bagaimana cara mencari Mr?“ Ani, salah satu siswa mengajukan pertanyaan, memecahkan keheningan kelas. Suasana kelas yang tadinya tenang langsung berubah menjadi riuh, penuh dengan suara tawa.
            “Bagaimana mungkin kamu tidak tahu? Sedangkan itu kunci dari semua rumus-rumus“ Jawabku.
“benar Ani, bagaimana mungkin kamu tidak tahu? Ibu juga tidak akan mungkin memberitahukan karena ini adalah ulangan” jawab Ibu guru.
            Ani hanya memasang wajah cemberut dan kembali melanjutkan pekerjaannya. Beberapa menit kemudian bel istirahat berbunyi. Itu menandakan, waktu istirahat. Semua siswa berhenti mengerjakan ulangannya. Mereka langsung berhamburan keluar dari kelas.
            “Ani, nanti kamu mau ikut ke toko buku denganku?” Aku langsung menemui Ani saat jam pelajaran selesai dan mengajaknya untuk ke toko buku.
“Baiklah. Sepulang sekolah yah. Kita ajak Bram, Indah dan Toni!“ Jawabnya “Baiklah sampai ketemu pulang sekolah“ Seruku.
***
            Ani, Bram, Indah dan Toni adalah empat sahabatku. Orang yang paling tahu apa yang aku suka dan apa yang aku benci, orang yang paling memahamiku di antara yang lainnya dan orang yang bagiku sangat nyaman untuk berbagi cerita. Aku ingat betul saat bertemu dengan mereka. Waktu itu kami sama-sama menjalankan hukuman dari senior saat MOS. Tidak terasa kami bersahabat sudah hampir tiga tahun. Sekarang, kami sama-sama di kelas 3 SMA. Persahabatan kami tidak selalu berjalan mulus. Kadang, ada perdebatan dan pertengkaran kecil yang mewarnai persahabatan kami. Itu disebabkan dari sifat masing-masing. Tapi kami beryukur atas perbedaan itulah yang masih mempersatukan kami.
            Ani. Seorang gadis cantik berambut panjang, yang sangat senang dengan melukis. Namun selalu mengeluh di pelajaran yang lainnya. Bermimpi untuk menjadi pelukis terkenal sampai ke Benua Eropa.

            Indah. Seorang gadis manis dan imut, yang sangat senang dengan pelajaran-pelajaran Ipa. Penuh dengan rasa keingintahuan, dan memiliki pribadi yang sangat cerewet.
            Bram dan Toni. Dua orang yang tidak pernah terpisahkan selalu bersama-sama, selalu membuat kekacauan di dalam kelas, dan membuat teman-teman yang lain kesal. Sangat terobsesi dengan teknologi-teknologi baru utamanya komputer.
            Aku, Rista. Seorang pribadi yang cuek namun menyenangkan. Kadang, lebih sering menyendiri ditemani buku-buku fiksi. Aku sangat suka membaca dan sangat bermimpi untuk menjadi penulis dan editor buku.
***
            “Oh, kalian sudah ada disini? Tadi aku ke toilet sebentar. Kemana Toni dan Bram? Mereka jadi ikut sama kita kan?“ Seruku.
“Jadi. Tunggu saja sebentar pasti mereka datang” jawab Indah.
            Sudah lima belas menit kami menunggu. Hampir saja kami meninggalkannya karena mungkin mereka tidak jadi ikut. “Sudah lama menunggu?” suara dari belakang tiba-tiba mengagetkan kami semua. “kalian dari mana saja? Kenapa lama sekali?” Indah sudah seperti orang yang menginterogasi. “maaf tadi ada urusan sedikit” toni cepat-cepat menjawab.
            Setelah itu, kami langsung segera ke toko buku. Saat sampai disana, kami langsung berpencar untuk mencari buku-buku yang sesuai keinginan. Seperti biasa aku akan ke tempat rak buku fiksi. Saat selesai memcari buku yang diinginkan, kami menuju salah satu restoran di dekat toko buku tersebut.
            “Tidak terasa, sebentar lagi kita akan lulus.kalian rencananya akan lanjut kemana?” Ani langsung membuka percakapan. “ kalau aku, akan lanjut ke UNPAD mengambil fakultas Seni Rupa. Tanpa aku bilang kalian sudah tahu alasannya kan? Lanjutnya
            “Kami sudah tahu. Itu karena kamu suka melukis. Kalau Aku dan Bram rencananya milih ITB” Toni nyengir sendiri mungkin dia sedang membayangkan kuliah disana. “Aku inin mengambil Pendidikan Biologi. Aku ingin menjadi Guru atau Dosen. Bagaimana denganmu Rista?” Indah langsung menatapku. “Aku? Aku akan mencoba mendaftar di UNPAD juga untk Pendidikan Dokter”Jjawabku. “Tapi bukannya kamu ingin jadi penulis dan editor buku?” seru bram tampak keheranana. “memang betul Aku ingin jadi penulis dan editor buku. Tetapi, kadang ada hal yang tidak sejalan dengan kehendak kita tetapi, penting bagi orang terdekat. Dan untuk jadi penulis aku hanya perlu kirim naskah ke penerbitkan lalu tinggal lihat saja apa bisa di terbitkan atau tidak” aku hanya bisa tersenyum menjawabnya.
            Hari sudah sore, matahari sudah mulai tenggelam. Tidak terasa, sudah berapa lama kami berada disini? Mungkin dua jam lebih. Kami selalu saja begini satiap jalan-jalan dan berkumpul bersama. Selalu saja lupa waktu. Apalagi, jika sedang membicarakan bagaimana pendidikan kami sekarang dan kedepannya? Namun, momen beginilah yang hanya mungkin kami bisa ingat saat berpisah nanti untuk melanjutkan pendidikan masing-masing ke jenjang yang lebih tinggi. Ku harap, mereka tidak akan melupakan apa yang telah kami perjuangkan bersama-sama dulu dan sampai saat ini.
            Sudah hampir malam saat aku tiba di rumah. Karena perjalanan dari tempat tadi ke rumah cukup jauh dan macet membuatnya lebih lama. Saat sampai di rumah, aku langsung masuk kamar dan membersihkan diri. “semoga nantinya nilaiku lebih baik dan bisa masuk ke PTN yang Aku inginkan. Amin” Batinku.
***
            “Kamu sudah bawa Rapor?” tanya Toni. “Sudah” Jawabku. “Berapa rata-rata yang kamu dapat?” Lanjutnya. “82, 85, 80, 84, 88” Jawabku.”wah bagus-bagus yah” Lanjutnya. Aku tersenyum mendengarnya. Kemudian Indah dan Bram datang dan asik berbincang-bincang dengan kami menyadari bahwa Ani belum ada.
            “Bismillahirrahmanirahim.. semoga berhasil”
            Lalu kumulai proses pendaftaran. Aku mulai menyadari kalau dari tadi Ani hanya murung dan diam bahkan tidak melakukan proses pendaftaran. Kenapa dengan Ani? Tidak biasanya dia seperti ini malah dia selalu ceria dan tidak pernah berhenti untuk membicarakan tentang Universitas apa  yang akan menjadi pilihannya, tentang cita-citanya menjadi pelukis terkenal. Tetapi, hari ini ada yang berbeda darinya. Tetapi, aku tidak tahu pasti apa itu yang jelas sikapnya sangat berubah dari biasanya.
            “Kamu kenapa Ani?” Tanyaku.
            “Aku tidak apa-apa”
            ”tetapi sikapmu berubah sari biasanya, Ani”
            “Tidak ada yang berubah, Ris. Semua baik-baik saja. Aku ingin sendiri. Sudah, pergi saja” Ani tiba-tiba terlihat lebih ketus dan matanya mulai berkaca-kaca seperti akan mengeluarakan air mata.
            “Aku sahabatmu, dan kita bersahabat sudah lama. Jadi aku tahu kalau kamu punya masalah. Namun, aku tidak akan tahu apa masalahmukalau kamu tidak memberitahuku. Waktu tiga tahun bukanlah waktu yang sedikit untuk persahabatan kita, waktu itu cukup untuk kita saling memahami. Dan, aku tiak akan pergi kalau kamu seperti ini walaupun kamu menyuruhku pergi.” Lanjutku.
            “Aku dilarang untuk mengambil jurusan Seni Rupa, karena dia menentangnya. Dia tidak suka kalau Aku sampai masuk jurusan Seni Rupa, dan kamu tahu bagaimana rasanya?
            Dia mulai mengeluarkan air mata dan langsung memelukku. Aku tahu bagaimana jika berada dalam posisi Ani sekarang. Untuk seorang anak yang sangat suka  dan mendalami seni lukis, rasanya itu menyakitkan ketika kita harus melepas impian kita karena orang tua tidak menyetujui. Kadang ada kenyataan yang tidak sesuai dengan impian kita dan kadang ada impian yang memang harus di pertahankan. Mungkin Impian Ani termasuk yang harus di pertahankan.
            Tiba-tiba Indah, Bram dan Toni datang. Mereka keheranan melihat kami berdua. Lalu Aku mulai menjelaskan apa yang terjadi kepada mereka. Dan kami mulai mencari solusi.
***
            “Bagaimana? Apa kamu setuju? Besok adalah hari terakhir pendaftaran. Apa kamu tidak menyesal nantinya. Kesempatan ini hanya datang sekali” Toni tersenyum
            “Jadi kamu mau Aku mendaftar saja dan ketika aku lulus, baru aku akan tanya kembali kepada mama? Tetapi, apa mama tidak akan marah padaku?”
            “Coba saja sempat hati mama kamu tergerak dan setuju dengan cita-citamu apalagi kamu banya berprestasi di bidang itu. Dan kami juga akan membantumu menjelaskan semua pada mamamu” Seruku
            “Baiklah aku tidak akan menyerah. Ayo temani aku mendaftar sekarang”
            Beginilah gunanya sahabat. Selalu ada bukan hanya disaat senang tetapi juga di saat susah, Selalu mengerti bukan malah menyalahkan, Walau tidak mampu membantu secara langsung masih mampu memberi solusi ataupun dukungan, selalu menemani walau terkadang sangat sulit, selalu memberikan senyum walau juga sakit saat melihat sahabatnya mengeluarkan air mata.
***
            “Tidak terasa yah sudah beberapa bulan berlalu  sejak kita mulai pendaftaran. Sebentar lagi pengumumannya. Masing-masing sudah punya akun untuk masuk websitenya kan?” jelas Indah
           

“Sudah dong” Jawabnya kami serentak
            Selamat! Anda lulus, dengan Nama : Bram Wijaya
            Selamat! Anda lulus, dengan Nama : Toni Praditya Surya
            Selamat! Anda lulus, dengan Nama : Sastiani Prasetyo
            Selamat! Anda lulus, dengan Nama : Rista Putri Hermawan
            Selamat! Anda lulus, dengan Nama : Indah Cahyani Chandra

            “Alhamdulillah... Aku lulus! Bagaimana dengan kalian? Seruku
            “Aku juga lulu” jawab Bram
            “Sama” Jawab Indah
            Toni dan Ani ikut mengangguk.kami tersenyum pua akhirnya perjuangan kami semua tidak sia-sia sama sekali. Kami lulus di fakultas yang kami mau. Betapa senangnya, semoga kedepannya lebih baik lagi. Tetapi, kami baru tersadar ternyata Ani murung.
            “Kamu kenapa? Kamu berhasilkan? Apa ada yang salah dengan ini?” tanyaku
            “Kamu ingatkan tentang mamaku yang tidak setuju dengan ini?
            “Soal itu? Jangan khawatir. Semuanya sudah beres.”
“Maksudmu” dia kelihatan heran
“Kamu ingatkan saat kami berjanji kami akan membantumu? Kami sudah membantumu. Kami sudah menjelaskan kepada mama kamu, dan mencoba memberinya penjelasan bahwa kamu sangat menggeluti bidang seni dan sangat berprestasi di bidang itu dan mungkin akhirnya hatinya tergerak sampai menyetujui pilihan kamu” jelas Indah
“Benarkah” wajahnya mulai berseri-seri
“Benar” jawab kami bersamaan
Begitu indah persahabatan kami jika di jalani bersama-sama. walau kadang banyak masalah yang datang semua akan bisa diatasi dan indah pada waktunya jika berusaha dengan baik menyelesaikannya. Sebuah kesuksesan akan diraih ketika kita benar-benar berusaha dan berdoa. Tak ada yang tak mungkin selama itu perbuatan yang baik disertai kerja keras dan doa serta dukungan dari orang-orang dekat terutama keluarga dan sahabat.
Kadang ada rencana yang tidak sesuai dengan kenyataan namun ada yang harus diperjuangkan dan ada yang tidak. Tanpa ada sebuah masalah kita tidak akan mungkin merasakan yang namanya kekecewaan. Dan tanpa adanya rasa kekecawaan kita tidak akan mungkin merasakan yang namanya ikhlas. Saat perdebatan mewarnai persahabatan kami, kami percaya Kami akan mampu melewatinya dan menjadikan kami lebih kuat dan persahabatan kami tak akan retak.
Ingatan seperti inilah yang nantinya akan mampu mengisi memori kami, walau terpisah karena melanjutkan pendidikan untuk mereih cita-cita dan membanggakan orang tua, aku yakin kami tidak akan merasa kehilangan satu sama lain.

***
END

Jumat, 14 Juni 2013

Pilihan Ada di Tangan Kita Sendiri

Kadang apa yang diharapkan tidak dapat tercapai, kadang apa yang di atur tidak dapat berjalan dengan mulus. begitulah rantai kehidupan, penuh dengan keajaiban-keajaiban kecil yang tak terduga. sama halnya dengan keluarga. dimana keluarga adalah sekelompok orang terpenting dalam hidup yang mengisi hari- hari

Banyak orang yang bilang jika kadang terlihat anak yang sedang frustasi ataupun anak itu rusak (seperti pecandu narkoba ataupun sering minum minuman keras ) padahal dia dulunya anak yang baik, sopan, dsb. orang akan berpendapat pasti anak itu broken home.

bagaimana orang-orang dengan gampangnya dapat menebak hal tersebut?

bagi saya jawabannya hanya satu. orang-orang itu hanya berpikir bahwa pastilah hal tersebut dipicu oleh keluarga karena keluargalah tempat yang paling pertama mengubah karakter seseorang.

lantas apakah itu semua sepenuhnya karena orang tua?

menurut saya tidak. mungkin disini keluarga mulai pecah, mulai berantakan, mulai rusak. namun, apakah kita akan merusak diri kita sendiri? tidak kan. jujur saja, hal ini juga saya alami keluarga saya terpecahkan saat saya kelas 6 sd. namun apa yang saya lakukan? saya hanya bisa berdiam saya tidak ingin merusak diri saya, saya masih ingin menggapai cita-cita, saya ingin membahagiakan keluarga saya. itulah yang saya pikirkan. saya selalu mengingat perkataan kakak saya : biarlah keluarga kita terpecah dan hancur tapi jangan sampai hidupmu juga ikut hancur. jangan biarkan hal-hal buruk mendekati dan menghancurkanmu, tetaplah berpegang teguh pada prinsip mu bahwa kamu ingin meraih cita-cita mu dan ingin membuat bangga keluargamu.

sejak saat itu saya tahu, pilihan ada di tangan saya, dan saya tidak mungkin untuk memilih jalan yang jelas-jelas akan menyesatkan saya.

Selasa, 15 Januari 2013

5 fakta tentang coklat



1. Coklat ternyata berkhasiat membuat umur seseorang menjadi lebih panjang. Suatu studi epidemiologis telah dilakukan pada mahasiswa Universitas Harvard yang terdaftar antara tahun 1916-1950. Dengan menggunakan food frequency questionnaire berhasil dikumpulkan informasi tentang kebiasaan makan permen atau coklat pada mahasiswa Universitas Harvard.

2. Diduga antioksidan fenol yang terkandung dalam coklat adalah penyebab mengapa mereka bisa berusia lebih panjang. Fenol ini juga banyak ditemukan pada anggur merah yang sudah sangat dikenal sebagai minuman yang baik untuk kesehatan jantung. Coklat mempunyai kemampuan untuk menghambat oksidasi kolesterol LDL (kolesterol jahat) dan meningkatkan fungsi kekebalan tubuh, sehingga dapat mencegah risiko penyakit jantung koroner dan kanker.

3. Sepertiga lemak yang terdapat dalam coklat adalah asam oleat yaitu asam lemak tak jenuh. Asam oleat ini juga dominan ditemukan pada minyak zaitun. Studi epidemiologis pada penduduk Mediterania yang banyak mengkonsumsi asam oleat dari minyak zaitun menyimpulkan efek positip oleat bagi kesehatan jantung.

4. Makan coklat tidak akan menimbulkan kecanduan, tetapi bagi sebagian orang rasa coklat yang enak mungkin menyebabkan kerinduan untuk mengkonsumsinya kembali. Ini yang disebut chocolate craving. Dampak coklat terhadap perilaku dan suasana hati (mood) terkait erat dengan chocolate craving. Rindu coklat bisa karena aromanya, teksturnya, manis-pahitnya dsb. Hal ini juga sering dikaitkan dengan kandungan phenylethylamine yang adalah suatu substansi mirip amphetanine yang dapat meningkatkan serapan triptofan ke dalam otak yang kemudian pada gilirannya menghasilkan dopamine. Dampak dopamine adalah muncul perasaan senang dan perbaikan suasana hati. 
 
5.  Katekin adalah antioksidan kuat yang terkandung dalam coklat. Salah satu fungsi antioksidan adalah mencegah penuaan dini yang bisa terjadi karena polusi ataupun radiasi. Katekin juga dijumpai pada teh meski jumlahnya tidak setinggi pada coklat. Orang tua jaman dahulu sering mempraktekkan cuci muka dengan air teh karena dapat membuat kulit muka bercahaya dan awet muda. Seandainya mereka tahu bahwa coklat mengandung katekin lebih tinggi daripada teh, mungkin mereka akan menganjurkan mandi lulur dengan coklat.

Senin, 14 Januari 2013

You Are My Destiny

Langit tampak mendung, sepertinya akan turun hujan. Pandanganku beralih pada seorang cowok yang berdiri dekat pintu. Cowok berkulit putih dan berbadan cukup tinggi namun sedikit kurus. Tara,itulah namanya. Aku mengenalnya sejak lama, namun dia tak mengenalku. Hanya sejak kita masuk SMA yang sama dia jadi kenal padaku.
 

Namaku Nira Revita, biasa di panggil Rita.

"hey, ngelamunin apa sih?"suara itu mengagetkanku. Suara sahabatku, Zahfa.
"eeh, gak kok"jawabku dg agak gugup.
"kamu gk pulang Rit? udah mau hujan loh"
"aku nunggu jemputan zah, kamu duluan aja gak apa2"
"kenapa gak bareng si Tara aja sih,arumah kalian kan searah"
"gak zah,atakut ngerepotin dia"
"oo ya udah duluan ya?"
Aku hanya menganggukkan kepala.
***
Keringat membasahi tubuhku, ku rapikan segera perlengkapan untuk kegiatan persami di SMA baruku.
Jangan sampai aku telat dan kena hukuman dari kakak-kakak osis.Tapi harapanku sia-sia, baru saja ku melangkahkan kaki masuk ke sekolah kakak-kakak osis sudah menunggu di pintu dengan wajah yang kelihatan marah.
"cepat masuk! Niat ikut kegiatan ini gak sih? Gak disiplin banget datang telat!" kata salah seorang dari mereka.
"iya kak, maaf saya telat" jawabku.
           Setelah terbebas dari kemarahan mereka aku segera masuk menemui zahfa yang kebetulan satu regu denganku.
           Acara persami berjalan dengan lancar, tiba waktunya kita untuk pulang ke rumah masing-masing. Aku menunggu ayah menjemputku, Ku lihat Tara yang berjalan dengan lemas dan wajah yang pucat. mungkin dia kelelahan karena semalam dia kena hukuman gara-gara anggota kelompoknya banyak yang melanggar peraturan.
           Dia duduk tak jauh dari tempatku berada, tiba-tiba ada yang membasahi pipiku. Apa, air mata? Aku menangis, tapi mengapa aku menangis? Aku menangisi keadaan Tara yang spt itu.
Apa artinya ini?
***
Setelah kejadian hari itu aku merasa ada yang berbeda pada diriku ketika melihat Tara, ada getaran, ada perasaan lain di hatiku. mungkinkah aku jatuh cinta padanya?
Jantungku berdegup kencang ketika di dekatnya, dan aku merasa rindu jika dia tak ada. Tapi apakah ini perasaan yang benar? baru pertama kali ku rasakan perasaan seperti ini.
Seminggu berlalu dan perasaanku semakin tak menentu.kali ini ku benar-benar yakin bahwa aku jatuh cinta pada Tara.dialah cinta pertamaku. Namun betapa kecewanya diriku ketika tau bahwa tara ternyata telah memiliki seorang kekasih. Aku benar-benar patah hati saat itu.
            Sahabat baikku, fita menyuruhku untuk sabar namun meski begitu aku tak pernah bisa melupakan tara.aku begitu menyayanginya. Hingga 3 bulan berlalu aku mendengar berita bahwa tara sudah putus dengan pacarnya, betapa bahagianya aku mengetahui hal itu.entah karna apa tiba-tiba saja aku dan tara menjadi sangat akrab. Aku dan tara jadi lebih sering ngobrol dan bercanda lewat sms. Namun aku tetap tak pernah berani mengungkapkan apa yg sesungguhnya aku rasakan pada Tara. Aku hanya mampu memendam perasaan cinta ini dalam hatiku.
Hingga suatu ketika kecerobohankulah yg mengungkap rahasia itu.
            Salah seorang temanku tidak sengaja membaca coretan di Diaryku bahwa aku menyukai tara. Entah apa yang dia lakukan sehingga Tara kemudian tau hal itu dan dia menjauhiku. Aku sangat menyesal mengapa aku begitu ceroboh meletakkan buku itu di atas meja dan meninggalkannya begitu saja sehingga ada orang lain membacanya. Kini hubunganku dengan Tara tidak lagi seperti kemarin-kemarin, dia terlihat menghindari dan menjauhiku. Aku semakin tersiksa dengan perasaanku sendiri. Apa yg kini harus ku lakukan??
***
             Waktu kelulusan sekolah telah tiba.tak terasa 3th sudah ku menempuh pendidikan di SMA ini, dan selama itu pula rasa cintaku untuk tara masih belum bisa mati. Setelah lulus SMA aku meneruskan pendidikanku ke salah satu Universitas Negeri di kota Malang bersama Fita.sedangkan Tara, aku tak pernah tau lagi kabar dan keberadaannya sekarang. Aku berfikir mungkin kami memang tak berjodoh,mungkin Tara dan aku memang tak di takdirkan untuk bersama.
***
"Tiiiit"suara klakson berbunyi. Aku berteriak histeris sambil menutup mata ketika sebuah mobil berkecepatan tinggi melaju ke arahku.
"kau tidak apa-apa?"tanya seseorang padaku.
"aku tidak a..."bicaraku terhenti ketika ku lihat orang yang sedang bertanya padaku ternyata adalah Tara.
"Ta..ta..Tara??"ucapku terbata-bata.
"heh?Rita kan?"jawabnya.
Aku sangat bahagia akhirnya bisa bertemu Tara lagi. Tara kemudian mengantarku pulang setelah kami saling bertukar nomor handphone.
***
"Drtz..drtz"handphone di saku celanaku bergetar.terlihat nama Tara di layarnya,segera ku tekan tombol buka.
"Ku tunggu di taman sekarang"
Aku loncat-loncat kegirangan membaca sms dari Tara. Segera saja aku ganti baju dan pergi menemui Tara..
(Di Taman)
"Tara mana ya?"gumamku dalam hati. Tiba-tiba ada yang menutup mataku dari belakang.
"Rita,aku punya kejutan buat kamu"Suara yang sangat ku kenal.iya,itu suara Tara.
Dia menuntunku hingga ke suatu tempat dan melepas tangannya dari mataku.
Seakan tidak percaya dengan apa yg baru saja ku lihat,aku mengucek-ngucek mataku. Dan ternyata aku tidak menghayal, di sekelilingku terdapat banyak lilin dan Tara, ia tersenyum manis padaku.
"Rita, aku ingin mengakui sesuatu. Aku minta maaf selama ini aku nggak bisa jujur sama perasaanku sendiri. sebenarnya dari dulu aku sayang sama kamu tapi aku gak bisa ungkapin semua itu karna aku takut bakal nyakitin kamu.dan sekarang kita ketemu lagi, aku yakin kalau aku bener-bener sayang sama kamu dan takdirlah yang mempertemukan kita.
“Rita,Maukah kamu menjadi bagian dari hidupku dan temani aku hingga masa tuaku?"
"Tara... Aku juga sayang sma kamu."
"jadi,kamu mau?"
"iya,aku mau"
Aku sangat bahagia mendengar ucapan tara. Tara menyatakan cinta padaku,
Aku selalu berfikir kalau Tara bukan takdirku, dia bukan jodohku. tapi ternyata ku salah! dia adalah cinta pertama dan juga cinta terakhirku. Dialah orang yang menjadi pelengkap dalam hidupku, tulang rusukku, cinta sejati dalam hidupku.